logo farmanina 2024

Amankah Transplantasi Rambut? Ini Penjelasan Medis yang Perlu Kamu Tahu

transplantasi rambut

Transplantasi rambut saat ini dianggap menjadi satu solusi terbaik untuk mengatasi kebotakan rambut karena kerontokan yang cukup parah. Berbagai penyebab masalah kerontokan rambut seperti stres, penyakit, pola makan hingga adanya ketidakseimbangan hormon menjadikan semakin banyak orang yang mengalami masalah kebotakan. Lalu apakah prosedur transplantasi pada rambut termasuk aman untuk kesehatan tubuh?

Apa Itu Transplantasi Rambut dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara sederhana, prosedur transplantasi rambut merupakan tindakan bedah kecil yang dilakukan untuk memindahkan folikel rambut dari area “donor” (umumnya di bagian belakang atau samping kepala) ke area “penerima” yang alami rontok dan menyebabkan kebotakan. 

Prosedur ini mempunyai tingkat risiko yang cukup rendah, mengingat transplantasi dilakukan dengan menggunakan akar rambut yang berasal dari tubuh pasien sendiri sehingga bisa meminimalisir adanya risiko penolakan dari tubuh pasien.

Apakah Prosedur Transplantasi Rambut Berisiko?

Meski prosedur transplantasi pada rambut aman untuk dilakukan, namun tetap ada peluang untuk alami efek samping seperti :

1. Komplikasi selama dan sesudah transplantasi

Selama prosedur transplantasi dilakukan, pasien beresiko alami takikardia atau adanya percepatan detak jantung. Selain itu, pasca transplantasi juga bisa terjadi infeksi karena luka jahitan yang bisa mengganggu sistem peredaran darah serta membentuk kerak. Namun, komplikasi ini bisa terjadi ketika pasien tak bisa melakukan perawatan bekas luka operasi dan kebersihan kulit kepalanya dengan benar.

2. Reaksi alergi pada obat bius

Beberapa pasien bisa menunjukkan reaksi alergi terhadap obat bius, yaitu syok anafilaksis. Reaksi alergi lainnya yang bisa dialami pasien dengan kondisi khusus di antaranya adalah sulit menelan, batuk, adanya pembengkakan pada area tubuh tertentu hingga rasa gatal.

3. Bengkak dan nyeri

Pasca tindakan transplantasi, pasien juga bisa mengalami pembengkakan dan rasa nyeri pada area mata dan dahi. Namun, jangan khawatir karena kondisi tersebut bisa membaik sekitar 3-4 hari lamanya.

4. Rontok rambut sementara

Rambut yang baru saja ditanam bisa alami rontok, khususnya dalam 2-8 minggu pertama pasca transplantasi. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari proses pemulihan normal karena akar rambut akan tumbuh kembali secara alami.

5. Rasa kebas

Efek samping yang terakhir adalah efek mati rasa atau kebas yang terjadi sementara di kulit kepala.

Siapa yang Tidak Disarankan Melakukan Transplantasi Rambut?

Lalu siapa saja yang tidak disarankan untuk melakukan transplantasi pada rambut? Secara medis, dokter akan memberikan saran pada pasien untuk menunda atau membatalkan rencana transplantasi jika mempunyai kondisi berikut :

  • Area donor rambut yang tak mencukupi yaitu dengan kondisi botak menyeluruh di kulit kepala
  • Mempunyai masalah kesehatan kronis yang tak terkendali, misalnya memiliki gangguan pembekuan darah, penyakit autoimun yang aktif serta diabetes parah.
  • Usia masih muda, misalnya di bawah 25 tahun, karena pola kebotakan yang dialami masih belum sepenuhnya terjadi.

Standar Keamanan Transplantasi Rambut di Farmanina

Anda direkomendasikan untuk melakukan prosedur transplantasi rambut di Farmanina Klinik yang mempunyai standar keamanan khusus untuk prosedur perbaikan estetika rambut. 

Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik DHI (Direct Hair Implantation) yang sudah tersertifikasi, yang mempunyai tingkat keberhasilan tinggi serta dengan teknik minim invasif sehingga lebih minim trauma.

Seluruh prosedur di klinik akan ditangani oleh dokter ahli dan berpengalaman yang sudah mendapatkan sertifikasi khusus dari DHI Global Medical Group. Selain itu, juga diterapkan standar kebersihan seperti ruang operasi rumah sakit, menggunakan perlengkapan medis sekali pakai untuk memastikan tidak ada risiko kontaminasi silang antarpasien.

Penutup

Prosedur transplantasi rambut menjadi prosedur medis yang mempunyai tujuan investasi seumur hidup untuk mengembalikan rasa percaya diri. Secara medis, prosedur tersebut tetap aman untuk kesehatan tubuh, asalkan dilakukan oleh tenaga medis yang ahli dan berpengalaman di bidang restorasi rambut.

Segera hubungi Klinik Farmanina hari ini untuk mendapatkan jadwal konsultasi dan evaluasi kondisi rambut secara mendalam untuk mendapatkan jenis perawatan yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Klik di sini untuk mendapatkan jadwal konsultasi Farmanina Klinik.

Frequently Asked Questions

Apakah prosedur transplantasi rambut aman untuk kesehatan tubuh?

Prosedur transplantasi rambut merupakan jenis operasi yang aman, meski masih berpeluang terjadi beberapa komplikasi seperti nyeri pascaoperasi, gatal, hingga adanya komplikasi bedah seperti nekrosis kulit atau infeksi.

Apakah prosedur transplantasi rambut mempunyai efek samping?

Ada beberapa efek samping yang bisa terjadi dari prosedur transplantasi rambut, di antaranya adalah memar di area mata, rasa gatal, bengkak di area kulit kepala, hingga mati rasa di kulit kepala.

Prosedur transplantasi rambut bisa alami kegagalan?

Hingga saat ini tingkat keberhasilan transplantasi rambut terbilang cukup tinggi. Namun, kegagalan masih berpeluang terjadi, khususnya jika prosedurnya dilakukan oleh tenaga yang kurang kompeten atau tidak berpengalaman, metode yang digunakan teknik lama, hingga kondisi medis pasien secara khusus.

Transplantasi rambut tidak direkomendasikan untuk dilakukan pada kondisi apa?

Transplantasi rambut tak direkomendasikan untuk dilakukan jika pasien memiliki jumlah folikel rambut yang tak memadai atau rambutnya terlalu tipis sehingga tak memungkinkan untuk mengambil folikel rambut sebagai donor.